Kamis, 16 April 2015

Komposisi Kandungan Urine - Praktikum

A. TUJUAN
Untuk mengetahui pH urine serta kandungan amonia, klorida, glukosa, dan protein dalam urine.

B. ALAT DAN BAHAN
·         Tabung reaksi 5 buah
·         Rak tabung reaksi
·         Kertas indikator pH universal
·         Penjepit tabung reaksi
·         Pembakar spiritus
·         Korek api
·         Urine
·         Larutan Biuret (diganti dengan campuran larutan NaOH dan CuSO4)
·         Larutan Benedict
·         Larutan AgNo3

C. CARA KERJA
1.       Mengukur pH urine
a.       Masukkan kertas indikator pH universal ke dalam urine.
b.      Amati perubahan warna yang terjadi.
c.       Cocokkan warnanya dengan standar pH.
d.      Masukkan hasilnya ke dalam tabel.
2.       Mengidentifikasi kandungan amonia dalam urine
a.       Masukkan 1 ml urine ke dalam tabung reaksi.
b.      Panaskan urine dalam tabung reaksi tersebut menggunakan pembakar spiritus.
c.       Identifikasi bau yang timbul.
d.      Masukkan hasilnya ke dalam tabel pengamatan.
3.       Mengidentifikasi kandungan klorida dalam urine
a.       Masukkan 2 ml urine ke dalam tabung reaksi.
b.      Tambahkan 5 tetes larutan AgNO3 5%.
c.       Cermati apa yang terjadi dalam larutan.
d.      Catat hasilnya pada tabel pengamatan.
4.       Menguji kandungan protein
a.       Masukkan 2 ml urine ke dalam tabung reaksi.
b.      Tambahkan 5 tetes larutan NaOH dilanjutkan dengan 5 tetes CuSO4.
c.       Amati perubahan warna yang terjadi.
d.      Catat hasilnya dalam tabel pengamatan.
5.       Menguji kandungan glukosa
a.       Isilah tabung reaksi dengan 2 ml urine.
b.      Tambahkan 5 tetes larutan Benedict.
c.       Panaskan menggunakan pembakar spiritus, catatlah perubahan warna yang terjadi.
6.       Lakukan cara kerja yang sama pada naracoba yang berbeda.

D. TABEL PENGAMATAN
No.
Nama Naracoba
Hasil Perlakuan
Keterangan
Pengukuran pH
Pemanasan urine
Penambahan AgNO3
Penambahan NaOH+CuSO4
Penambahan Benedict+Pemanasan
1.
AAA
6
Ada bau menyengat
Ada endapan putih
Warna kuning keruh
Warna hijau
2.
BBB
7
Bau tidak menyengat
Ada endapan putih
Warna kuning keruh
Warna abu-abu
3.
CCC
5
Bau tidak terlalu menyengat
Ada endapan putih
Warna kuning keruh
Warna hijau tosca

E. PERTANYAAN
1.       Pada percobaan 1, berapakah pH urine ? Apakah artinya ?
2.       Pada percobaan 2, bau apakah yang timbul dari hasil pemanasan urine? Apakah arti bau yang timbul?
3.       Pada percobaan 3, apakah yang terjadi setelah penambahan AgNO3? Mengapa demikian?
4.       Pada percobaan 4, warna apakah yang tampak setelah ditambah larutan NaOH+larutan CuSO4? Mengapa demikian?
5.       Pada percobaan 5, warna apakah yang tampak pada urine setelah penambahan larutan Benedict dan dipanaskan? Mengapa demikian?

Jawaban
1.        pH urine dalam percobaan diatas  adalah 5 sampai 7. Artinya adalah urine pada percobaan diatas adalah normal. pH urine normal adalah 4,8 sampai 7,4. pH dibawah 7,0 disebut asam (acid) sedangkan pH diatas 7,0 disebut basa (alkali).
2.       Pada percobaan diatas, bau urine dibagi menjadi urine dengan berbau pekat dan urine tidak berbau pekat. Arti bau yang timbul adalah kurangnya asupan air minum atau dapat dikatakan dehidrasi. Beberapa minuman juga berpengaruh dalam pekat atau tidaknya bau urine. Misalnya kopi, soda, makanan yang berbau menyengat, vitamin dan soda, makanan dan minuman tersebut berpengaruh pada pembentukan bau menyengat pada urine.
3.       Pada percobaan diatas, yang terjadi setelah ditambahkan AgNO3 adalah adanya endapan putih yaitu AgCl. Endapan putih mengindikasi adanya kandungan klorida. Apabila larutan tersebut ditambahkan dengan amoniak berlebihan, endapan tersebut akan larut kembali. Endapan putih dapat menunjukan adanya klorida karena ion Cl- yang berasal dari urine diikat oleh Ag+ dari AgNO3.
4.       Pada percobaan diatas yang terjadi setelah ditambah larutan NaOH+larutan CuSO4 adalah warna urine menjadi kuning keruh. Hal ini mengindikasikan adanya protein.

5.       Pada percobaan diatas yang terjadi setelah penambahan larutan benedict adalah  warnanya menjadi biru muda. Hasil tersebut menunjukan adanya persentase glukosa yang rendah pada urine.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar